Wahai Ibu..
Engkau adalah pelita dihidupku
Engkau tak pernah lelah menunggu kehadiranku Dengan segala beban dan keringat yang membasahi wajahmu.
Wahai ibu...
engkau tak merasakan pilu dari setiap langkah yang kau tempuh.
Walaupun begitu berat terasa di tubuhmu Engkau terus memperjuangkanku di dalam kandunganmu Tanpa merasa lelah yang kau tunjukan diwajah mu
Wahai ibu..
Entah bagaimana aku harus membalas Semua yang kau perjuangkan.
Semua baktiku takkan mungkin bisa mengganti kasihmu tulus.
Wahai ibu..
bagaikan awan putih disiang yang cerah, kasih tulus mu tak hanya terlihat tapi terasa membekas.
Wahai ibu..
Satu hal yang paling aku risaukan adalah saat aku tak dapat membalas ketulusan kasihmu padaku
Wahai ibu..
Seberapa keras aku mencoba berusaha untuk membalas budi kasih sayangmu namun kau terlalu jauh untuk bisa ku balas..
Wahai ibu..
Aku tahu sekarang engkau telah lelah,
Saat suaramu yang tak lagi lantang ,
Saat matamu yang tak lagi bersinar,
Saat badanmu yang tak lagi kokoh,
Saat Hatimu yang tak lagi sekuat baja,
Saat Kulitmu yang tak lagi segar,
Saat tubuhmu yang tak lagi sehat, namun Kebahagiaan anak mu lah yang selalu kau harapkan dan Kesuksesan anak mu lah yang selalu kau nantikan.
Wahai ibu..
Hanya tetes air matamu yang selalu menemani hari-harimu.
Saat rindu itu melanda Berharap disaat usiamu yang tak lagi muda Kau sangat pantas mendapatkan perhatian lebih dari anak anakmu.
Wahai ibu..
Terimakasih ku untuk mu yang selalu memberi tanpa meminta, yang selalu melindungi tanpa risaukan diri, yang selalu menyayangi tanpa menghitung hari, yang selalu ada dalam setiap cerita suka maupun duka.
