Wahai rindu..
aku tak pernah jenuh menceritakan tentangmu pada mereka yang tersenyum ketika mendengar cerita kita.
Wahai Rindu..
bertemanlah baik bersama ku, kala dia yang kuceritakan pada mu tak kunjung hadir dihadapanku. Mungkin karna waktu yang belum menepati janjinya pada kami yang sedang memupuk rindu hingga pertemuan menjadi sangat berarti..
Wahai Rindu..
malam ini kau hadir mengganggu pikiran ku, pikiran yang sedang berkecamuk karna engkau, yang mulai tak mampu membendung rasa ini terlebih rasaku untuknya, sosok yang selalu kusebut di tengah sujud dan do’a ku.
Kini sosok itu mulai kembali menggangu pikiran ku yang sempat tenang karena rindu itu tak kembali mengusik. Tapi malam ini aku kalah olehnya, aku harus berkata jujur bahwa rinduku memang sedang butuh kamu sebagai pengobatnya.
Namun waktu juga belum mengizinkan untuk kita saling meluapkan. Sebab aku yang kini sedang sibuk dengan aktivitasku, untuk kehidupan dimasa yang akan datang harus terus berjuang..
Wahai rindu..
sekarang aku yang hanya bisa menahan rindu dan harus kembali berdamai untuk menjaga agar rindu ini tak mengacaukan suasana hati.
Wahai Rindu..
kapan waktu akan mengizinkan kita bertemu? Berbagi tawa, berbagi cerita, serta meluapkan rasa rindu yang teramat dalam.
Namun kau menjawab, tenanglah kita pasti bisa berdamai dengan rindu.
Wahai rindu
Aku kini sedang berusaha untuk mengejar waktu yang akan mempertemukan kita.
