KERINDUAN







Wahai rindu..
aku tak pernah jenuh menceritakan tentangmu pada mereka yang tersenyum ketika mendengar cerita kita.

Wahai Rindu..
bertemanlah baik bersama ku, kala dia yang kuceritakan pada mu tak kunjung hadir dihadapanku. Mungkin karna waktu yang belum menepati janjinya pada kami yang sedang memupuk rindu hingga pertemuan menjadi sangat berarti..

Wahai Rindu..
malam ini kau hadir mengganggu pikiran ku, pikiran yang sedang berkecamuk karna engkau, yang mulai tak mampu membendung rasa ini terlebih rasaku untuknya, sosok yang selalu kusebut di tengah sujud dan do’a ku.
Kini sosok itu mulai kembali menggangu pikiran ku yang sempat tenang karena rindu itu tak kembali mengusik. Tapi malam ini aku kalah olehnya, aku harus berkata jujur bahwa rinduku memang sedang butuh kamu sebagai pengobatnya.
Namun waktu juga belum mengizinkan untuk kita saling meluapkan. Sebab aku yang kini sedang sibuk dengan aktivitasku, untuk kehidupan dimasa yang akan datang harus terus berjuang..

Wahai rindu..
sekarang aku yang hanya bisa menahan rindu dan harus kembali berdamai untuk menjaga agar rindu ini tak mengacaukan suasana hati.

Wahai Rindu..
kapan waktu akan mengizinkan kita bertemu? Berbagi tawa, berbagi cerita, serta meluapkan rasa rindu yang teramat dalam.
Namun kau menjawab, tenanglah kita pasti bisa berdamai dengan rindu.

Wahai rindu
Aku kini sedang berusaha untuk mengejar waktu yang akan mempertemukan kita.

DOA DAN USAHA


 







 USAHA DI IRINGI DOA

Usaha dan doa harus seimbang
sepanjang hidup yang kita jalani pasti merasakan kecewa atau bahkan ingin menyerah.
Memang tak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk usaha dan mimpi yang kita punya.
kita pernah merasakan hal-hal yang sungguh membuat hati kita terasa amat terpuruk.
Namun saat itu aku yakin bahwa semua ujian harus sanggup kita atasi.
Karena Allah maha tau sampai dimana batas kemampuan yang dimiliki hamba-Nya.
Kecewa, gagal, ingin menyerah, gelisah, harapan yang tak pernah sejalan dengan kenyataan adalah suatu hal yang lumrah dalam kehidupan yang kita jalani saat ini. Tapi, ketika semua beban atau pun masalah itu datang. Seharusnya hal yang dapat kita lakukan adalah menginstropeksi diri sendiri.
Mencoba menyelami waktu yang telah berlalu. Mengingat kembali sudah sejauh mana ujian yang sudah berhasil kita lewati. Dan kini yang harus kita pertanyakan pada diri kita sendiri,, sejuah mana kita bersungguh-sungguh dalam mengerjakan hal yang ingin kita capai,  Sudahkah kita menyusun rencana hidup kita ke depan dengan sebaik-baiknya,,
Siapa saja orang-orang yang sudah kita bantu untuk sama-sama berjuang untuk mencapai kesuksesan,, Atau sudah seberapa banyak doa yang kita panjatkan kepada Sang Maha Pencipta,,
Melalui sujud, melalui ihtiar, dan melalui keikhlasan kita dalam menjalankan kewajiban sebagai makhluk NYA.
Setiap usaha harus berprogres, tapi semua butuh proses. Tidak ada yang instan. Tidak boleh bermalas-malasan dan tidak boleh menyerah pada keadaan. Meski semua yang dilalui dan diinginkan tak pernah ada yang langsung menjadi kenyataan. Namun semua butuh proses yang tentunya membutuhkan kesabaran, tawakal dan doa yang tak boleh kita abaikan.
Memang tak semua mimpi dan asa yang kita punya dapat berjalan dan terwujud sebagaimana yang kita harapkan. Namun, dibalik semua itu ada satu alasan yang seharusnya membuat kita tetap semangat untuk memperjuangkan mimpi, yaitu ada orang-orang terdekatmu yang selalu menginginkan kesuksesanmu. Jangan pernah menyerah hanya karena satu dari seribu mimpimu belum mampu kita wujudkan.
Tapi, berjuanglah sampai kita mengerti bahwa tak ada perjuangan yang sia-sia di mata Allah.
Tetaplah rendah hati jikalau nanti pencapaian kita sudah tinggi. Teruslah berdoa, karena doa adalah senjata terbesar di dalam kehidupan kita .
Maafkan diri atas semua kelalaian ataupun kemalasan di masa lalu. Ikhlaslah dan selalu lakukan yang terbaik. Berbahagialah. Karena bahagia itu, kita sendiri yang menentukan. Dengan kita berbahagia maka itu adalah salah satu cara kita bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.
Tetaplah menjadi yang terbaik tanpa mementingkan penghargaan dan pujian dari orang lain. Ingatlah, sekuat dan sehebat apapun rencana yang akan kita bangun, jika tak melibatkan Allah di dalam hal sekecil apapun masalah kita. Maka semua yang kita lakukan takkan bermakna kebaikan di dalamnya. Manusia Boleh Berencana, tapi Allahlah yang akan mengatur jalannya serta memberikan ridho atas setiap usaha yang telah kita jalani.