Wahai rembulan..
goreskan debar lewat bias sinarmu. Agar seluruh rindu yang bertumpu di nadi, tak memecah pembuluh darahku
Wahai malam..
Kumenanti sendiri berslimut kabut.. berdiri berlari mengejar mimpi.. berdiri kokoh berpayung awan, meraba dinginnya hati.. merindu hangatnya mentari, yang menghilang terbungkus kabut.
sesak hati dirundung rindu sa’at kabut mulai menebal.. berangan dalam sunyi. menanti sang surya kembali.. terdiam merenung.. sa’at sang surya tak kunjung muncul ..
Wahai pagi..
dapatkah kurangkul mereka ? Untuk kuraih rona hidup yang bahagia, membuang angin rindu yang membelai dada
