BUNDA










Wahai Ibu..
Engkau adalah pelita dihidupku
Engkau tak pernah lelah menunggu kehadiranku Dengan segala beban dan keringat yang membasahi wajahmu.

Wahai ibu...
engkau tak merasakan pilu dari setiap langkah yang kau tempuh.
Walaupun begitu berat terasa di tubuhmu Engkau terus memperjuangkanku di dalam kandunganmu Tanpa merasa lelah yang kau tunjukan diwajah mu

Wahai ibu..
Entah bagaimana aku harus membalas Semua yang kau perjuangkan.
Semua baktiku takkan mungkin bisa mengganti kasihmu tulus.

Wahai ibu..
bagaikan awan putih disiang yang cerah, kasih tulus mu tak hanya terlihat tapi terasa  membekas.

Wahai ibu..
Satu hal yang paling aku risaukan adalah saat aku tak dapat membalas ketulusan kasihmu padaku

Wahai ibu..
Seberapa keras aku mencoba berusaha untuk membalas budi kasih sayangmu namun kau terlalu jauh untuk bisa ku balas..

Wahai ibu..
Aku tahu sekarang engkau telah lelah,
Saat suaramu yang tak lagi lantang ,
Saat matamu yang tak lagi bersinar,
Saat badanmu yang tak lagi kokoh,
Saat Hatimu yang tak lagi sekuat baja,
Saat Kulitmu yang tak lagi segar,
Saat tubuhmu yang tak lagi sehat, namun Kebahagiaan anak mu lah yang selalu kau harapkan dan Kesuksesan anak mu lah yang selalu kau nantikan.

Wahai ibu..
Hanya tetes air matamu yang selalu menemani hari-harimu.
Saat rindu itu melanda Berharap disaat usiamu yang tak lagi muda Kau sangat pantas  mendapatkan perhatian lebih dari anak anakmu.

Wahai ibu..
Terimakasih ku untuk mu yang selalu memberi tanpa meminta, yang selalu melindungi tanpa risaukan diri, yang selalu menyayangi tanpa menghitung hari, yang selalu ada dalam setiap cerita suka maupun duka. 

KERINDUAN







Wahai rindu..
aku tak pernah jenuh menceritakan tentangmu pada mereka yang tersenyum ketika mendengar cerita kita.

Wahai Rindu..
bertemanlah baik bersama ku, kala dia yang kuceritakan pada mu tak kunjung hadir dihadapanku. Mungkin karna waktu yang belum menepati janjinya pada kami yang sedang memupuk rindu hingga pertemuan menjadi sangat berarti..

Wahai Rindu..
malam ini kau hadir mengganggu pikiran ku, pikiran yang sedang berkecamuk karna engkau, yang mulai tak mampu membendung rasa ini terlebih rasaku untuknya, sosok yang selalu kusebut di tengah sujud dan do’a ku.
Kini sosok itu mulai kembali menggangu pikiran ku yang sempat tenang karena rindu itu tak kembali mengusik. Tapi malam ini aku kalah olehnya, aku harus berkata jujur bahwa rinduku memang sedang butuh kamu sebagai pengobatnya.
Namun waktu juga belum mengizinkan untuk kita saling meluapkan. Sebab aku yang kini sedang sibuk dengan aktivitasku, untuk kehidupan dimasa yang akan datang harus terus berjuang..

Wahai rindu..
sekarang aku yang hanya bisa menahan rindu dan harus kembali berdamai untuk menjaga agar rindu ini tak mengacaukan suasana hati.

Wahai Rindu..
kapan waktu akan mengizinkan kita bertemu? Berbagi tawa, berbagi cerita, serta meluapkan rasa rindu yang teramat dalam.
Namun kau menjawab, tenanglah kita pasti bisa berdamai dengan rindu.

Wahai rindu
Aku kini sedang berusaha untuk mengejar waktu yang akan mempertemukan kita.

DOA DAN USAHA


 







 USAHA DI IRINGI DOA

Usaha dan doa harus seimbang
sepanjang hidup yang kita jalani pasti merasakan kecewa atau bahkan ingin menyerah.
Memang tak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk usaha dan mimpi yang kita punya.
kita pernah merasakan hal-hal yang sungguh membuat hati kita terasa amat terpuruk.
Namun saat itu aku yakin bahwa semua ujian harus sanggup kita atasi.
Karena Allah maha tau sampai dimana batas kemampuan yang dimiliki hamba-Nya.
Kecewa, gagal, ingin menyerah, gelisah, harapan yang tak pernah sejalan dengan kenyataan adalah suatu hal yang lumrah dalam kehidupan yang kita jalani saat ini. Tapi, ketika semua beban atau pun masalah itu datang. Seharusnya hal yang dapat kita lakukan adalah menginstropeksi diri sendiri.
Mencoba menyelami waktu yang telah berlalu. Mengingat kembali sudah sejauh mana ujian yang sudah berhasil kita lewati. Dan kini yang harus kita pertanyakan pada diri kita sendiri,, sejuah mana kita bersungguh-sungguh dalam mengerjakan hal yang ingin kita capai,  Sudahkah kita menyusun rencana hidup kita ke depan dengan sebaik-baiknya,,
Siapa saja orang-orang yang sudah kita bantu untuk sama-sama berjuang untuk mencapai kesuksesan,, Atau sudah seberapa banyak doa yang kita panjatkan kepada Sang Maha Pencipta,,
Melalui sujud, melalui ihtiar, dan melalui keikhlasan kita dalam menjalankan kewajiban sebagai makhluk NYA.
Setiap usaha harus berprogres, tapi semua butuh proses. Tidak ada yang instan. Tidak boleh bermalas-malasan dan tidak boleh menyerah pada keadaan. Meski semua yang dilalui dan diinginkan tak pernah ada yang langsung menjadi kenyataan. Namun semua butuh proses yang tentunya membutuhkan kesabaran, tawakal dan doa yang tak boleh kita abaikan.
Memang tak semua mimpi dan asa yang kita punya dapat berjalan dan terwujud sebagaimana yang kita harapkan. Namun, dibalik semua itu ada satu alasan yang seharusnya membuat kita tetap semangat untuk memperjuangkan mimpi, yaitu ada orang-orang terdekatmu yang selalu menginginkan kesuksesanmu. Jangan pernah menyerah hanya karena satu dari seribu mimpimu belum mampu kita wujudkan.
Tapi, berjuanglah sampai kita mengerti bahwa tak ada perjuangan yang sia-sia di mata Allah.
Tetaplah rendah hati jikalau nanti pencapaian kita sudah tinggi. Teruslah berdoa, karena doa adalah senjata terbesar di dalam kehidupan kita .
Maafkan diri atas semua kelalaian ataupun kemalasan di masa lalu. Ikhlaslah dan selalu lakukan yang terbaik. Berbahagialah. Karena bahagia itu, kita sendiri yang menentukan. Dengan kita berbahagia maka itu adalah salah satu cara kita bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.
Tetaplah menjadi yang terbaik tanpa mementingkan penghargaan dan pujian dari orang lain. Ingatlah, sekuat dan sehebat apapun rencana yang akan kita bangun, jika tak melibatkan Allah di dalam hal sekecil apapun masalah kita. Maka semua yang kita lakukan takkan bermakna kebaikan di dalamnya. Manusia Boleh Berencana, tapi Allahlah yang akan mengatur jalannya serta memberikan ridho atas setiap usaha yang telah kita jalani.


Menanti Istriku dan Buah Hati Kembali







Wahai rembulan..
goreskan debar lewat bias sinarmu. Agar seluruh rindu yang bertumpu di nadi, tak memecah pembuluh darahku

Wahai malam..
Kumenanti sendiri berslimut kabut.. berdiri berlari mengejar mimpi.. berdiri kokoh berpayung awan, meraba dinginnya hati.. merindu hangatnya mentari, yang menghilang terbungkus kabut.
sesak hati dirundung rindu sa’at kabut mulai menebal.. berangan dalam sunyi. menanti sang surya kembali.. terdiam merenung.. sa’at sang surya tak kunjung muncul ..

Wahai pagi..
dapatkah kurangkul mereka ? Untuk kuraih rona hidup yang bahagia, membuang angin rindu yang membelai dada

Saat Kenyataan Tak Sesuai Impian...



KESEMPATAN SEKECIL APAPUN
ITU MENUNJUKKAN MASIH ADANYA
HARAPAN... 

         
   
    Saat Kenyataan tidak Sesuai Dengan Impian, Banyak orang yang merasa frustrasi karena kenyataan itu tidak sesuai dengan impian. Apa yang kita harapkan, kadang memang
tidak sesuai dengan kenyataan. Lalu apa
yang harus kita lakukan..?
 Pertama, Bertindaklah selalu secara fleksibel dan dinamis jika Kita betul-betul ingin menggapai
kesuksesan, maka diperlukan *kesiapan*
untuk bisa bertindak secara fleksibel dan dinamis terhadap setiap perubahan yang terjadi.
 Yang kedua, Berpikirlah bahwa inilah yang terbaik
untuk kita, karena kita tidak pernah tahu skenario yang telah ditetapkan-Nya. Karena, segala sesuatu yang menurut logika kita baik, bisa jadi justru sebaliknya di mata Tuhan!  Berpikirlah selalu positif atas apapun yang terjadi pada diri Kita. Jangan biarkan satu kegagalan membuat kita kecewa, apalagi sampai frustasi dan
berlarut-larut. Percayalah Tuhan akan menggantinya dengan YANG LEBIH BAIK!
Karena Tuhan tau apa yang terbaik untuk kita 
 Yang terakhir Siapkan MENTAL Yang TANGGUH 
Saat kita mengalami kegagalan, lebih baik instropeksi diri daripada
menyalahkan takdir. Siapa tahu, kita memang belum siap jadi pemenang !. 
  Kesuksesan itu lebih baik
dirintis dari setiap peluh kita! Akan lebih baik jika kesuksesan itu kita dapatkan setahap demi setahap.
Banyak orang sukses, tapi kemudian mereka terjatuh. Ada yang mampu bangkit lagi, dan tidak sedikit yang pasrah menyerah pada keadaan. 
 Memang Liku kehidupan setiap insan tidak sama. Tapi ingat, kesempatan untuk menang itu selalu terbuka bagi siapa saja,
tanpa terkecuali. Sekarang tinggal bagaimana cara Kita menghadapinya, dan 
kemenangan itu seringkali dimiliki oleh
mereka yang... tdk pernah berhenti berusaha!
The Dan yang tak kalah pentingnya adalah ...
 "Terkadang Tuhan menutup pintu yang satu,
untuk membuka pintu yang lain" ...    



KETIKA LUKA HADIR








Ketika harus memilih 

Kadang, kita harus menerima bahwa di dunia ini ada orang yang hanya ada di dalam hati kita, bukan untuk di hidup kita. Kita harus menerima itu. Sebab tak peduli seberapa keras kita berusaha, sudah ada garis takdir yang tercipta, jauh sebelum kita mengenal apa itu cinta, dan siapa itu dia yang dicinta.
Aku, kau dan orang-orang yang terluka lainnya, harus sadar perihal alasan. Mungkin kita selalu mencari-cari sebuah alasan terhadap dia yang melukai hati. Bahkan tak jarang, mulut selalu berucap sesuatu yang terkesan tak meyakini sebuah kejadian yang sudah tercipta. Kita hanya harus meyakini satu hal, bahwa segala sesuatu terbentuk karena sebuah alasan. Tapi keinginan untuk satu waktu bisa mengetahui apa alasan dia membuat kita terluka, harus dibunuh secara perlahan. Sebab mencari tahu alasannya, sama juga dengan membunuh diri sendiri. Kita hanya akan terjerembab dalam kenestapaan.
Satu hari nanti, tidak peduli berapa lama untuk sampai pada hari itu, aku, kau dan orang-orang yang memegang erat luka lainnya harus berhenti memikirkan tentang dia yang menciptakan luka pada benak hati kita. Lalu saat itu tiba, mungkin kita harus berucap di bawah langit yang sama: mengapa aku begitu lama membuang waktu untuknya?
Tidak peduli bagaimana dia membuat luka di hati, semua akan terobati satu waktu. Mungkin dia tidak mencintai kita sebesar cinta kita padanya. Mungkin juga dia tidak ingin ditunggu, saat kita dengan hebatnya menunggu dia selama mungkin. Atau bisa saja, dia tak ingin dicinta oleh seorang seperti kita. 
Semua luka itu, hanyalah sementaraan. Di dunia ini, semua adalah sementara, luka darinya, sekalipun cinta yang tercipta di lain waktu. Semua sementara.

Ketika luka hadir dalam hidup, tetaplah merangkulnya. Berkawanlah dengan dia. Luka bisa membuat seseorang menjadi pribadi yang berbeda. Dan gapailah hal positif dari luka itu. Karena kehadiran luka, hanya sesaat saja. Dan saat cinta lain tumbuh dalam hati, nikmatilah waktu itu. Bahagiakan orang yang kau cintai, meski hanya sesaat. Bukankah itu satu-satunya cara untuk membuat hal yang bersifat sementara terasa seperti abadi karena tinggal dalam pikiran juga hati.
Dia yang memang sudah pergi, harus benar-benar dilepaskan. Persis seperti balon yang dilepas dengan baik ke langit. Biarkan dia terbang, lalu berteman dengan birunya langit dan sekumpulan awan putih. Tempatnya di atas sana, bukan di tempat kamu berpijak. Saat dia pergi, bebas melayang di udara, aku, kau dan orang-orang yang masih berteman luka, juga harus pergi, bebas berjalan di tanah. Diam pada satu tempat adalah hal yang menjemukkan. Dan tak pernah ada kebahagian pada tempat yang membuat kita kehilangan segenap cinta.
Aku ingin mengucapkan sekumpulan kata yang tak bisa lagi kau dengar, seseorang yang sudah memberi luka. 
Padamu, aku ucapkan terima kasih. karena Aku tak pernah menyesal pada saat mencintaimu, lalu berusaha untukmu dengan upaya terbaikku. 
Bahkan aku tak pernah menyesal saat semua yang kulakukan, tak pernah kau hargai sedikitpun.
Sekali lagi Aku  ucapkan terima kasih untukmu karena sudah mengajarkan padaku bagaimana lelah dan sakitnya menunggu seseorang yang tak mencintai. 
Satu waktu nanti, aku ingin kita bisa bertemu. Kau dengan orang yang kau cintai. Dan Aku dengan orang yang mencintaiku. Lalu kita saling memberi senyum seperti dua orang yang tak memiliki masa lalu. 




TERGORES





Goresan Jiwa

Akal adalah jendela jiwa, sedangkan 
Hati adalah tempat untuk membuka hikmah cakrawala
Semua diberikan dari Sang Pencipta Agar menjadi makhluk yang sempurna
Namun ketika akal tergadaikan
Kejahatan pasti yang akan terjadi
Makhluk yang sempurna berubah menjadi hina
Hati tertutupi nafsu untuk memiliki
Tak ada ruang untuk kesadaran
Jangan harap perubahan itu datang
Yang ada hanyalah kegelapan di tengah jalan
Terus mencari kesalahan orang lain 
Tanpa mau sadar akan suatu perubahan
Lebih baik pergi daripada terkontaminasi
Lebih baik mati daripada hidup tak menjiwai
Semua yang diberikan bukan tanpa imbalan
Semua harus dipertanggung jawabkan
Tidak ada pengecualian untuk suatu keburukan
Percuma hidup didunia kalau hanya merusak
Percuma banyak harta kalau tidak ada kebahagiaan
Semuanya terhempas tak bersisa
Hanya tinggal kekosongan yang terasa


Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi,  bukan berarti DIA menyetujui atau ridho terhadap kejadian itu.
Karena Sebaik dan seburuk apapun perlakuan yang bisa dilakukan manusia, pasti terjadi atas ijiNya dan tak sedikitpun hal tersebut mempengaruhi kemuliaanNya dan ketuhananNya.


Manusia diberikan kebebasan melakukan apapun di dunia untuk memiliki konsekuensi, 
Maka Tuhan memiliki hak mutlak apakah Dia membalas perbuatan tersebut di dunia atau di akhirat, Namun, secara umum Tuhan telah memutuskan bahwa sebagian besar konsekuensi perbuatan manusia itu dibalas di akhirat.